Pengaruh Penyuluhan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) terhadap peningkatan pengetahuan K3 pada pekerja peternak ayam di Jaten Karanganyar
ABSTRAK
Sumardiyono, 2010. Pengaruh Penyuluhan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) terhadap peningkatan pengetahuan K3 pada pekerja peternak ayam di Jaten Karanganyar. Program D.III Hiperkes & KK FK UNS.
Latar Belakang. Usaha Kesehatan Pokok (Basic Health Servives) yang diajukan WHO (1992), sebagai dasar pelayanan kesehatan kepada masyarakat salah satunya adalah pendidikan kesehatan kepada masyarakat; Orang yang tidak sehat tidak akan bekerja sebaik orang sehat. Lingkungan kerja dapat mempengaruhi kesehatan seseorang. Pendidikan kesehatan melalui penyuluhan di tempat kerja tidak hanya menolong pekerja mengetahui bagaimana melindungi dirinya sendiri dari bahaya lingkungan kerja, tetapi juga mengajarkan bagaimana menjaga kesehatannya sendiri dengan lebih baik di tempat kerja, di rumah, dan di mana saja.
Subjek dan Metode. Jenis penelitian menggunakan eksperimen kuasi, dengan pendekatan one group pre and post test design. Perbedaan kedua hasil pengukuran tersebut dianggap sebagai efek perlakuan. Populasi berjumlah 80 orang dimbil sebagai sampel sejumlah 47 orang secara sampling aksidental. Uji statistik menggunakan Paired Samples t-test.
Hasil Penelitian. Rata-rata tingkat pengetahuan K3 sebelum penyuluhan 54.26 dengan standar deviasi 8.082, dan sesudah penyuluhan 66.13 dengan standar deviasi 9.131. Dari uji statistik diperoleh nilai t = 8.365 dan p = 0.000; oleh karena nilai p < 0.05, hasil uji dinyatakan signifikan. Dengan demikian terdapat perbedaan tingkat pengetahun K3 pada pekerja peternak ayam antara sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan.
Kesimpulan. Penyuluhan dapat meningkatkan tingkat pengetahuan pekerja peternak ayam, oleh karena itu instansi terkait (Dinas Kesehatan) perlu melakukan penyuluhan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) secara rutin pada pekerja di wilayah kerjanya.
Kata kunci: penyuluhan, pekerja peternak ayam.