MONITORING DAN EVALUASI KESEHATAN KERJA MENGENAI PENGGUNAAN MASKER SEBAGAI UPAYA PREVENTIF TERHADAP GANGGUAN PERNAFASAN AKIBAT PAPARAN DEBU MAKANAN TERNAK PADA PEKERJA DI PETERNAKAN JATEN KARANGANYAR.
ABSTRAK
Eti Poncorini Pamungkasari. 2009. MONITORING DAN EVALUASI KESEHATAN KERJA MENGENAI PENGGUNAAN MASKER SEBAGAI UPAYA PREVENTIF TERHADAP GANGGUAN PERNAFASAN AKIBAT PAPARAN DEBU MAKANAN TERNAK PADA PEKERJA DI PETERNAKAN JATEN KARANGANYAR.
Penyakit pernafasan yang pada umumnya dikarenakan oleh debu merupakan masalah umum yang sering kita temukan dikalangan pekerja, khususnya pekerjaan-pekerjaan yang menimbulkan debu. Penyakit pneumoconiosis merupakan penyakit pernafasan yang terjadi akibat penimbunan debu dalam paru-paru. Penyebabnya adalah partikel-partikel debu berukuran kurang dari 1-3 mikron. Peneumoconiosis berat umumnya dikarenakan oleh adanya riwayat sakit dari pekerjaan sebelumnya, ketahanan tubuh yang kurang, serta ketidak tahuan pentingnya penggunaan alat pelindung diri.
Untuk mengantisipasi masalah tersebut diperlukan kesiapan tenaga kesehatan dan masyarakat dalam mencegah terjadinya penyakit pernafasan akibat kerja. Kasus penyakit pernafasan juga terjadi di Peternakan milik Bp.K Hartono, Desa Tundungan Kecamatan Jaten Kabupaten Karanganyar. Kasus yang terjadi masih dalam tahap yang tidak begitu akut, hanya saja ada beberapa pekerja yang terpapar debu dari proses pakan ternak yang menimbulkan kelainan-kelainan pada pekerja peternakan
Kegiatan pengabdian ini merupakan follow up dari kegiatan penyuluhan dan assessment yang telah dilakukan sebelumnya. Pengabdian ini bertujuan mengevaluasi keluhan musculoskeletal yang dialami pekerja dan mengobservasi sikap kerja pekerja setelah penyuluhan dilakukan, termasuk mengevaluasi hasil advokasi yang telah dilakukan kepada pengusaha untuk memberikan ruangan kerja yang lebih nyaman untuk pekerja.
Metode yang dilakukan adalah dengan melakukan observasi dan pemberian kuesioner tentang keluhan musculoskeletal yang dialami serta observasi sikap kerja yang dilakukan oleh pekerja, Pengabdian dilakukan di.
Kata kunci : Musculoskeletal Disorder(MSD), perajin batik, sikap kerja